Publication

Back to overview

Perubahan Tutupan Lahan Akibat Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit: Dampak Sosial, Ekonomi dan Ekologi

Type of publication Peer-reviewed
Publikationsform Original article (peer-reviewed)
Author Amalia Rizka, Dharmawan Arya Hadi, Prasetyo Lilik Budi, Pacheco Pablo,
Project Oil Palm Adaptive Landscapes
Show all

Original article (peer-reviewed)

Journal Jurnal Ilmu Lingkungan
Volume (Issue) 17(1)
Page(s) 130 - 130
Title of proceedings Jurnal Ilmu Lingkungan
DOI 10.14710/jil.17.1.130-139

Open Access

URL https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/22511
Type of Open Access Publisher (Gold Open Access)

Abstract

Perkebunan kelapa sawit berdampak negatif pada aspek-aspek lingkungan, sosial dan ekonomi komunitas lokal. Melalui peningkatan system tata kelola perkebunan kelapa sawit maka dapat mengurangi dampak negatif tersebut. System tata kelola seperti sertifikasi dan standar-standar keberlanjutan diinisiasi oleh produser, distributor, pemerintah, akademisi, pasar internasional dan LSM. Sistem tata kelola ini dapat mencakup skala global atau nasional. Indonesia telah mengimplementasikan system tata kelola yang berskala global dan nasional namun belum semua perusahaan perkebunan kelapa sawit dan smallholder mengimplementasikanya. Oleh karena itu, sistem tata kelola tersebut belum berhasil menurunkan dampak negatif ekspansi perkebunan kelapa sawit. Konflik sosial masih sering terjadi akibat dari kebakaran hutan dan pencemaran lingkungan. Di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia, ekspansi perkebunan kelapa sawit terjadi secara cepat dimana ekspansi tersebut ada yang tidak menerapkan sistem tata kelola perkebunan kelapa sawit. Menggunakan metode survey dan wawancara mendalam, penelitian ini bertujuan mengukur dampak ekspansi perkebunan kelapa sawit pada kerentanan ekologi, sosial dan ekonomi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa (1) RSPO dan ISPO belum bisa menekan laju deforestasi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit; (2) Walaupun RSPO dan ISPO diimplementasikan, masih tetap terjadi konflik sosial dan kerentanan ekonomi pada komunitas lokal.
-